Allah swt berfirman dalam Hadith Qudsi:
Maksudnya; Sekiranya Aku uji salah seorang ham-
baKu yang beriman, lalu ia memujiKu atas ujian
itu, berilah pahala yang bersambungan baginya,
sebagaimana pahala yang kamu berikan (atas a-
mal yang mereka lakukan). (HQR. Ahmad dan Tha-
barani dalam dalam kitab Mu'jamnya yang tiga,
dari Abul Asy'at as-Shan'ani)
Setelah manusia diciptakan oleh Allah swt dan
diberikan rezekinya, dengan menyerahkan isi langit
dan bumi kepadanya, dan meratakan nikmat kepada-
nya tidaklah ia dibiarkan begitu saja, tetapi diberi-
kan ujian dan cubaan. Apakah ia bersyukur, ingkar
dan kufur.
Cubaan dan ujian ini meliputi yang baik dan buruk,
Firman Allah swt:
Maksudnya; Kami akan menguji kamu dengan ke-
burukan dan kebaikan sebagai cubaan yang (sebenar-
benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikem-
balikan. (Al-Anbiyaa; ayat 35)
Oleh kerana itu Nabi saw selalu memohon, (untuk
mengajar umatnya supaya memohon) agar diuji de-
ngan perkara yang baik sahaja. Baginda berdoa:
"Ya Allah, kami memohon agar Engkau jangan me-
nguji kami, kecuali dengan hal-hal yang lebih baik."
Kita renungkan beberapa ayat didalam Al-Quran
yang mengungkap tentang bala dan Ibtila'dengan
segala macam bentuknya:
Maksudnya:
Sesungguhnya kalian akan diuji tentang harta dan
diri kalian, dan kalian akan banyak mendengar per-
kataan yang menyakitkan hati, dari orang-orang yang
mempercayai kitab yang diturunkan sebelum kalian,
dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah
(penyambah berhala). Dan kalau kalian sabar (meme-
lihara dan menjaga diri), sesungguhnya itu termasuk
perkara keteguhan hati yang utama. (surah Ali-
Imran: ayat 186)
Dan Dialah yang menjadikan kalian penguasa di
bumi, dan sebahagian kalian ditinggikan Allah be-
berapa darjat dari yang lain. Kerana Allah hendak
menguji kalian tentang apa yang dikurniakanNya
kepada kalian. Sesungguhnya Allah sangat cepat
menjatuhkan hukuman, dan sesungguhnya Dia
Pengampun dan Penyayang.(surah Al-An'am: ayat 165)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan